YAYASAN ASY SYAHIDAH TAUHID "RUMAH SINGGAH - TAHFIDZUL QUR'AN" , Bank Sumut Cab. Tembung Rek. 109.02.04.014299-9 an. Yayasan As Syahidah Tauhid

AKTE NOTARIS : NO. 25 TANGGAL 30 JUNI 2008,NIDA HUSNA SH. NSM : 4 1 2 1 2 1 0 1 7 5 0 1, NPWP : 31.320.826.6-125.000
KONFIRMASI SEDEKAH SMS 087766100854(Konfirmasi Anda Sangat Kami Butuhkan)

Belajar Al Qur'an OnLine

Selasa, 10 Mei 2011

KAROMAH ATAU SIHIR...,KEMULIAAN ATAU KESESATAN YA....???WASPADALAH KAWAN..!!!

Hasbi (bukan nama sebenarnya) adalah seorang remaja ABG. Wajahnya pucat pasi, tatapan matanya sayu, fisiknya lemah sekali. Maklum, sudah hampir 40 hari dia berpuasa. Selama itu pula ia hanya mengkonsumsi beberapa suap nasi putih yang disusul dengan tegukan-tegukan air putih. Walaupun kondisinya tampak begitu memprihatinkan, Hasbi tetap bertahan dan tidak bosan-bosannya dia merapal wirid-wirid yang telah diijazahkan gurunya. Dia yakin sekali saat malam puasa ke-41 hari nanti dia akan bisa bertemu dengan Nabi Khidir. Saat itulah dia akan menerima karamah yang membuat dia mahir berbagai macam bahasa tanpa harus belajar atau kursus terlebih dahulu. Begitulah doktrin yang diterima dari gurunya.

Lain lagi dengan apa yang dilakukan Badri (bukan nama sebenarnya), dia adalah seorang buruh kasaran dan giat menabung. Hal itu ia lakukan usai membaca salah satu iklan di majalah mistis yang menawarkan sabuk Al-Karomah Walisongo seharga RP. 300.000. Dan barangsiapa yang memiliki sabuk tersebut akan berubah menjadi sakti mandraguna. Dan orang yang ada di sekitarnya menyaksikan sendiri Badri dengan sabuk yang dibelinya tidak mempan terhadap senjata tajam, sehingga dia yakin benar apa yang dialaminya merupakan “karamah” dari Allah SWT. melalui sabuk yang dengan susah payah dibelinya dari seorang “Syeikh”.

Masih banyak lagi orang-orang yang sibuk memburu karamah semisal Hasbi dan Badri baik dengan cara nglakoni atau melakukan sendiri ritual-ritual khusus. Ada juga yang memilih jalan praktis dengan merogoh koceknya untuk membeli karamah tersebut. Apalagi zaman sekarang semakin banyak media cetak ataupun elektronik yang memuat dan menawarkan berbagai macam karamah dari berbagai macam aliran dan golongan. Ada yang berterus terang dalam iklannya mengatakan: “Ribuan jin dimanfaatkan untuk mempercepat proses keberhasilan anda”. Dan ada juga yang dikemas sedemikian apiknya utuk menghilangkan kesan muatan unsur kesyirikan dalam praktek yang mereka lakukan dengan mengatakan: “Aku tak percaya Nyi Roro Kidul bisa bantu manusia. Jin, syetan, dan iblis itu derajatnya rendah, mengapa dipercaya bisa bantu kita, emang udah edan semua. Aku tak percaya syetan, jin, dan iblis, tapi percaya majas. Karena tidak percaya majas sama dengan tidak percaya diri sendiri, majas penyampai doa tuntunan kesucian jiwa, yang membantu segala problem kita kepada Allah SWT.”

Benarkah apa yang di pelajari Hasbi dan apa yang dibeli Badri serta apa yang ditawarkan iklan-iklan media adalah betul-betul karamah yang ada dalam perspektif syariat lslam yang datangnya dari Allah SWT. atau karamah (dalam tanda kutip tadi) hanyalah tipu muslihat syetan dan agen-agennya di bumi ini? Yang semuanya itu tidak lain hanyalah manifestasi dari berbagai macam bentuk ilmu sihir. Lalu bagaimana kita membedakan antara karomah yang asli dengan karomah jadi-jadian atau palsu? Untuk itulah mari perhatikan defenisi karamah dan sihir.

Menurut lmam Al-Jurjani dalam kitab At-Tarifat, karamah adalah munculnya kejadian yang luar biasa dari seseorang tanpa diiringi ddngan pengakuan kenabian. Kalau kejadian tersebut tidak dibarengi dengan keimanan yang benar dan amal yang sholeh maka akan masuk dalam kategori istidroj (Pemberian kelebihan lantaran dosa). Dan kalau kelebihan karena kenabian maka disebut mu’jizat (hal:184).

Al-Hafizh lbnu Hajar berkata, “Harus diperhatikan kondisi orang yang melakukan hal yang luar biasa, jika dia berpegang teguh pada syariat lslam dan menjauhi berbagai kemaksiatan maka hal yang luar biasa yang dialaminya adalah karomah, tapi jika pelakunya tidak (komitmen tehadap ajaran lslam) maka hal itu adalah sihir.” (Fathul Bari 10/223).

Sedangkan definisi sihir adalah amal perbuatan yang dilakukan dengan mendekatkan diri kepada syetan dan dengan pertolongan darinya. Adapun ulama tafsir Fakhruddin Ar-Razi mendefenisikan sihir sebapai berikut: “Setiap perkara yang tersembunyi sebabnya dan di bayangkan tidak seperti aslinya, sehingga tidak ubahnya identik dengan penipuan.” (Al-Misbahul Munir: 368).

Keberadaan tukang sihir dan syetan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Tukang sihir adalah agen-agen syetan di bumi ini sebagai instrumen pokok dalam misi penyesatan manusia, mereka tidak bisa bekerja dengan optimal dan maksimal tanpa bantuan syetan atau jin-jin jahat, bahkan mereka tidak bisa berbuat apa-apa dalam mendemonstrasikan suatu keajaiban tanpa campur tangan syetan. Keduanya meru pakan “simbiosis mutualisme” dalam kesesatan.

Walaupun pada hakikatnya si tukang sihirlah sebagai obyek penderitanya. Maka tidak heran jika seorang ulama kharismatik lbnul Qoyyim, salah seorang murid lbnu Taimiyah mengatakan: “Sihir adalah persenyawaan dari berbagai pengaruh roh-roh jahat dan interaksi kekuatan-kekuatan alam dengannya.” (Zadul Maad: 4/127).

Karomah dan sihir mempunyai keserupaan dari sisi keluarbiasaan yangtidak dimiliki oleh setiap orang. Keduanya timbul dan nampak setelah pemiliknya melakukan ritualitas-ritualitas peribadatan dan penghambaan. Pemilik karomah beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT. dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sedangkan, pemilik sihir beribadah dan mengabdi kepada syetan terlaknat dan suka melanggar larangan-larangan Allah dan menyekutukan-Nya. Semakin ingkar dan kufur si pemilik sihir kepada Allah SWT., maka semakin kuat dan dahsyat kekuatan sihirnya karena syetan semakin interes dan loyal kepadanya.

Karomah dan sihir eksistensinya tidak bisa kita ingkari. Al-Quran dan Al-Hadits menjelaskan keberadaan keduanya dalam kehidupan manusia. Di antaranya adalah firman Allah tentang seseorangyang hidup di zaman Nabi Sulaiman saat dia ingin memindahkan istana Ratu Balqis. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab (Taurat dan Zabur): “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” (An-Naml: 40). Di dalam Shahih Bukhari juga diriwayatkan bahwa seorang shahabat Rasulullah SAW telah mendapatkan karomah dari Allah SWT. saat ia ditawan oleh musuh; Bintul Harits berkata: “Demi Allah, pada suatu hari aku mendapatinya makan segenggam buah anggur yang ada di tangannya, padahal tangannya terborgol besi, selain itu di Makkah juga tidak ada anggur.”

Al-Quran juga menegaskan adanya sihir, seperti firman Allah SWT: “Maka tatkala tukang-tukang sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: Lemparkanlah apa yang hendak kalian lemparkan. Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: Apa yang kalian lakukan itu adalah sihir, sesungguhnya Allah akan membatalkannya (menampakkan ketidakbenarannya). Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan (terus berlangsung) pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan.” (Yunus: 80-81). Allah SWT juga menjelaskan eksistensi sihir dalam surat AI-Falaq: l-5.

Jadi, karamah dan sihir keduanya adalah kelebihan yang dimiliki oleh sebagian orang. Keduanya diakui keberadaannya dalam lslam. Tetapi terdapat jurang pemisah antara keduanya. Karena yang satu kemuliaan dan yang satu lagi kesesatan. Yang satu dari anugerah Allah dan yang lainnya bantuan syetan terlaknat. Maka berhati-hatilah mensikapi kelebihan di zaman mistis ini. Jangan-jangan bukan karamah, tetapi malah sihir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kami akan menghapus komentar yang berkata kasar, melanggar sara,pornografi,dll