YAYASAN ASY SYAHIDAH TAUHID "RUMAH SINGGAH - TAHFIDZUL QUR'AN" , Bank Sumut Cab. Tembung Rek. 109.02.04.014299-9 an. Yayasan As Syahidah Tauhid

AKTE NOTARIS : NO. 25 TANGGAL 30 JUNI 2008,NIDA HUSNA SH. NSM : 4 1 2 1 2 1 0 1 7 5 0 1, NPWP : 31.320.826.6-125.000
Computer Tips Download
KONFIRMASI SEDEKAH SMS 087766100854(Konfirmasi Anda Sangat Kami Butuhkan)

Belajar Al Qur'an OnLine

Tampilkan postingan dengan label MANUSIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MANUSIA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2011

NAFSU PADA DIRI MANUSIA

1. Nafsu Amarah
“Sesungguhnya nafsu amarah itu senantiasa membawa sesuatu yang buruk dan menggelincirkan.” Nafsu amarah cenderung mendapatkan kesenangan jasmaniah, sekedar untuk memenuhi kebutuhan jasmaniah. Sebagai contoh nafsu amarah adalah marah.
2. Nafsu Lawamah
Dalam nafsu lawamah ini sudah timbul penyesalan, walaupun penyesalan itu datangnya belakangan. Ketika mengerjakan sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT maka akan mulai timbul penyesalan atas pelaksanaan tersebut. Pekerjaan yang dilarang masih sering dikerjakan namun terkadang suatu ketika menyadari bahwa kegiatan itu dilarangNya.

»»  READMORE...

Selasa, 03 Mei 2011

BERTAUBATLAH..........

Saudara-saudaraku, manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Semua orang pasti pernah berbuat dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah yang rajin bertaubat kepada-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa. Sesungguhnya Dia Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Az-Zumar [39] : 53).

Saudara-saudaraku, kezaliman apa pun yang pernah kau lakukan, maka ketahuilah bahwa pintu ampunan Allah sangatlah lebar. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Rabbmu adalah pemilik ampunan bagi umat manusia atas kezaliman mereka, dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar keras siksanya.” (QS. Ar-Ra’d [13] : 6).
»»  READMORE...

INSANUL KAMIL

Artinya adalah manusia sempurna, berasal dari kata al-insan yang berarti manusia dan al-kamil yang berarti sempurna. Konsepsi filosofid ini pertama kali muncul dari gagasan tokoh sufi Ibnu Arabi. Oleh Abdul Karim bin Ibrahim al-Jili (1365-1428), pengikutnya, gagasan ini dikembangkan menjadi bagian dari renungan mistis yang bercorak tasawuf filosofis.

Al-Jili merumuskan insan kamil ini dengan merujuk pada diri Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah contoh manusia ideal. Jati diri Muhammad (al-haqiqah al-Muhammad) yang demikian tidak semata-mata dipahami dalam pengertian Muhammad SAW asebagai utusan Tuhan, tetapi juga sebagai nur (cahaya/roh) Ilahi yang menjadi pangkal dan poros kehidupan di jagad raya ini.
»»  READMORE...

Senin, 02 Mei 2011

EMPAT GOLONGAN MANUSIA (SYEKH ABDUL QADIR AL JAILANI)


1. Manusia yang tidak mempunyai lisan dan hati, senang berbuat maksiat, menipu serta dungu. Berhati-hatilah terhadap mereka dan jangan berkumpul dengannya, karena mereka adalah orang-orang yang mendapat siksa.
»»  READMORE...

MANUSIA /RUH,NYAWA MENURUT IMAM GHAZALI

Imam al-Ghazali dalam karya agungnya Ihya ‘Ulumuddin telah membezakan di antara roh dengan jasad. Roh adalah nyawa yang menghidupkan manusia, haiwan dan tumbuh-tumbuhan dan ia wujud dengan sendirinya, manakala jasad bergantung kepada roh untuk mewujudkan hakikat makhluk itu. Roh yang ada pada manusia kekal dan abadi manakala roh haiwan dan tumbuh-tumbuhan akan musnah. Justeru itu, Imam al-Ghazali membezakan roh manusia daripada roh haiwan dan tumbuh-tumbuhan dengan unsur-unsur tertentu. Roh mempunyai dua pengertian:-

»»  READMORE...