YAYASAN ASY SYAHIDAH TAUHID "RUMAH SINGGAH - TAHFIDZUL QUR'AN" , Bank Sumut Cab. Tembung Rek. 109.02.04.014299-9 an. Yayasan As Syahidah Tauhid

AKTE NOTARIS : NO. 25 TANGGAL 30 JUNI 2008,NIDA HUSNA SH. NSM : 4 1 2 1 2 1 0 1 7 5 0 1, NPWP : 31.320.826.6-125.000
KONFIRMASI SEDEKAH SMS 087766100854(Konfirmasi Anda Sangat Kami Butuhkan)

Belajar Al Qur'an OnLine

Jumat, 29 April 2011

JANGAN MENOLAK KEBENARAN..,SIAPAPUN DIA YANG BAWA!!!

Kebenaran mutlak datangnya dari Allah azza wa jalla. Karena itu al-haq (kebenaran)  tidak diambil kecuali dengan petunjuk kitab Allah dan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Dan sepantasnya orang-orang yang sudah menerima al-haq , hendaknya mereka menerima dan mengikutinya.
Allah telah memuji orang-orang yang beriman karena mereka mengikuti al-haq dalam firman-Nya :
“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar, sama dengan orang yang buta ? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran” (Qs. ar-Ra’du:19)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang makna ayat ini:” Maka tidaklah sama orang yang meyakini kebenaran yang engkau bawa- wahai muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam- dengan orang yang buta, yang tidak mengetahui dan memahami kebaikan. Seandainya memahami, dia tidak mematuhinya, tidak mempercayainya, dan tidak mengikutinya (Tafsir Alqur’anil ‘Azhim ar-Ra’du:19).
Namun, umumnya manusia tidak perduli terhadap kebenaran, tidak mau mencarinya dan tidak menelitinya. Sehingga mereka berkubang dalam kesesatan dengan sadar atau tanpa sadar. Allah berfirman, yang artinya :
“Apakah mereka mengambil sesembahan-sesembahan selain-Nya ? Katakanlah:” Tunjukkanlah hujjahmu! (al-qur’an) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku” Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang haq, karena itu mereka berpaling” (Qs. al-anbiya:24)
Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata:” Mereka tidak mengetahui kebenaran, bukan karena kebenaran itu samar dan tidak jelas. Namun, karena mereka berpaling darinya. Jika mereka tidak berpaling, dan mau memperhatikannya, niscaya kebenaran menjadi jelas bagi mereka dari kebatilan, dengan kejelasan yang nyata dan gamblang.(Tafsir Taisir Karimir Rahman, al anbiya:24))
Oleh karena itu, jangan sekali-kali seorang muslim menolak kebenaran SIAPA PUN PEMBAWANYA. Karena menolak kebenaran itu merupakan sifat kesombongan yang dibenci oleh Allah ta’ala. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi. Seorang laki-laki bertanya ” Ada seseorang suka bajunya bagus dan sandalnya bagus (apakah termasuk kesombongan ?)” Beliau menjawab ” Sesungguhnya Allah maha indah dan menyukai keindahan, KESOMBONGAN ADALAH MENOLAK KEBENARAN DAN MERENDAHKAN MANUSIA”. (HR. Muslim no. 2794 dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu)
An-Nawawi rahimahullah berkata:”Adapun menolak kebenaran yaitu ‘menolaknya dan mengingkarinya dengan menganggap dirinya tinggi dan besar.(Syarah Muslim hadits no 2794)
Ibnul Atsir rahimahullah berkata tentang makna ‘menolak kebenaran’, yaitu menyatakan bathil terhadap perkara yang telah Allah tetapkan sebagai kebenaran, seperti mentauhidkan Allah dan beribadah kepada-Nya. Ada yang mengatakan, maknanya adalah menzhalimi kebenaran. Dan ada yang mengatakan, maknanya adalah merasa besar terhadap kebenaran, yaitu tidak menerimanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kami akan menghapus komentar yang berkata kasar, melanggar sara,pornografi,dll